Monday, September 18, 2006

Keliling kota

Hari ini kita keliling kota, perjalanan diawali dengan kunjungan ke Ho Chi Minh Mausoleum Complex. Jam bukannya jam 8 pagi dan udah tutup jam 11. Naik taxi dari hotel hanya 30.000 Dong atau sekitar Rp 18.000,- Ketika kita sampai jam 09.30 antrian orang yang mau melihat balseman jenazah Ho Chi Minh sudah mengular panjang banget.
Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting
Antrian orang yang mau masuk ke Mausoleum. Kalau sudah jam 11, karpet akan digulung dan tenda akan di copot.

Kalau mau masuk ke Mausoleum, telepon dan kamera tidak boleh dibawa masuk. Ada tempat penitipan di dekat antrian dan kita nanti bisa ambil handphone dan kamera kita di pintu keluar dari Mausoleum. Jadi kita tidak perlu kembali ke tempat penitipan semula, barang kita yang diantar ke tempat pengambilan.

Jangan bawa tas walaupun kecil. Karena membawa tas kecil selama menunggu antrian masuk ke Mausoleum sempat tiga kali distop oleh tentara yang jaga. Setiap kali diperiksa diminta untuk menunjukkan semua isi tas. Cape mesti ngeluarin barang-barang jadi mendingan titipin aja semuanya.

Ketika sudah lihat balseman jenazah Uncle Ho kok seperti ngeliat boneka ya ? Apakah memang seperti ini kalau jenasah yang di balsem ? Kabarnya tiap tahun selama bulan Oktober sampai Desember kita nggak bisa ngeliat balseman Uncle Ho karena dirawat di Rusia.

Udara dingin ketika kita masuk ke Mausoleum berganti dengan panas terik ketika keluar dari gedung. Tidak jauh dari pintu keluar, kita bisa mengambil HP dan kamera yang tadi dititipkan.

Photobucket - Video and Image Hosting
Istana Presiden sebelumnya adalah Istana Gubernuer Jenderal Indochina

Ada beberapa tempat yang bisa kita kunjungi di sekitaran tempat ini selain Mausoleum kita bisa langsung masuk ke pelataran Istana Presiden yang warnanya kuning keemasan. Kita memang nggak bisa masuk ke dalam istananya hanya bisa lihat dari jalan. Biaya masuknya 5000 Dong




Masih satu jalan dari istana kita akan menuju ke tempat tinggal Uncle Ho, tempat tinggalnya sangat sederhana. Dia bahkan tidur hanya dengan alas tikar. Beneran pake tikar apa kasurnya lagi dijemur pas kita dateng ya ? He...he...he...
Photobucket - Video and Image Hosting
Kamar Uncle Ho yang sangat sederhana , beliau tinggal di sini sejak Mei 1958 hingga Agustus 1969

Keluar dari komplek Istana Presiden dan Rumah Uncle ho, kita bisa jalan ke Ho Chi Minh Museum. Di Museum ini kita bisa melihat sepak terjerang Uncle Ho mengusir Imperalis Perancis dari Vietnam. Isi museum seperti namanya ya .... kebanyakan tentang Ho Chi Minh. Pengunjung Museum ini seperti juga orang yang memberikan penghormatan untuk Uncle Ho di Mausoleumnya mulai dari anak kecil sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Biaya masuk ke museum ini 5000 Dong

Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

Pengunjung Ho Chi Minh Museum mulai dari anak-anak sampai kakek nenek

Di bagian dasar museum terdapat kantin yang menjual aneka macam panganan. Kalau lihat roti-rotinya pasti ngiler. Rupa dan warnanya sangat mengundang selera. Mungkin ini salah satu peninggalan Perancis yang masih dilestarikan sampai saat ini, industri pembuatan roti. Saya beli satu roti yang mengkilat dan agak besar dengan membayar 8000 dong.

Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

Kue-kue, siapa mau ? One Pillar Pagoda

Sambil makan roti kita keluar Museum dan jalan ke One Pillar Pagoda yang masih berada di komplek yang sama. Pagoda ini memang Pagoda yang hanya menggunakan satu pilar saja. Banyak orang yang sedang membakar hio berdiri berdesakan di tangga pintu masuk ke dalam pagoda. Saya cukup puas melihat dari bawah saja.

Setelah melihat-lihat di Mausoleum Complex ini kita jalan kaki ke arah Temple of Literature. Bukan tujuan utama untuk jalan kaki ke sana tapi sambil lihat dan motret-motret bangunan-bangunan peninggalan Perancis yang berada di sekitaran Mausoleum. Beberapa kedutaan besar terletak di daerah ini, sambil liat-liat bangunan kita mengarah ke Temple of Literature.

Setelah beberapa saat berjalan kita ketemu dengan War Museum yang berhadapan dengan Lenin Park. Kita lebih tertarik melihat Lenin Park ketimbang War Museum walaupun hanya ada satu Patung Lenin saja di tengah taman.
Photobucket - Video and Image Hosting
Patung Kamerad Lenin di Lenin Park

Bingung orientasi peta kita milih naik becak ke Temple of Literature. Tawar menawar ketemu harga 30000 Dong, sepertinya sih kemahalan. Harag turis. Ternyata emang lumayan jauh juga, tukang becaknya bawa kita lewat jalan pintas jadi lewat gang-gang yang banyak jemuran di jalanan.

Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting
Temple of Literature dengan stelae doktor ai atas kura-kura

Pada musim gugur di tahun Canh Tuat di tahun kedua Than Vu (1070) padan bulan ke 8 di bawah kepemimpinan King Ly Thanh Tong, Temple of Literature dibangun.

Tahun 1484, Kaisar Le Thang Tong memerintahkan untuk membangun stelae untuk menghormati orang-orang yang memperoleh gelar Doktor. 82 stelae yang ada dibangun di atas kura-kura.


Informasi di atas saya dapat dari Brochure yang saya beli seharga 3000 Dong. Untuk masuk Temple of Literature sendiri bayar 5000 Dong

Dari Temple of Literature kita menuju ke Pasar Dong Xuan. Kita penasaran mau lihat-lihat isi tuh pasar. Beberapa taxi parkir di pintu depan Temple of Literature, kita pilih naik taxi aja soalnya males nawar-nawar becak. Ternyata eh ternyata taxi kita argo kuda. Pas mau naik dia bilang Taxi with meter, tapi ternyata meterannya kacau. Untuk jarak segitu kita ngerasa ketipu dengan biaya yang harus kita bayar. Kita bayar 65.000 Dong untuk jarak yang lebih dekat dari Hotel kita ke Mausoleum. Hati-hati kalau milih taxi di Vietnam.


Photobucket - Video and Image Hosting
Pasar Dong Xuan

Perut yang minta diisi membuat kita cari tempat makan di pasar ini. Ketemu tempat makan di sisi Utara pasar, seperti kebanyakan tempat makan di Vietnam kiat duduk di digklik cilik dengan meja yang nggak tinggi juga. Masakannya lezat dan murah. Perut kenyang dengan 12500 dong. langsung ngelihat-lihat isi pasar. Kalau mau beli souvenir beberapa lebih murah ketimbang di Old Quarter.
Photobucket - Video and Image Hosting
Cafe Moca, Katedral Street

Trauma dengan argo kuda, kita jalan kaki ke Old Quarter. Eh nggak lama kita jalan ketemu sama Katedral, ya udah mampir dulu di Mocha Cafe. Sial batuk yang nggak juga hilang menghalangi niat untuk mencoba kopi Vietnam yang terkenal itu.

Photobucket - Video and Image Hosting



Water Puppet

Dari Cafe Moca kita jalan kaki ke hotel, malam ini kita akan nonton water puppet pertunjukan jam 21.15. Setiap hari ada 5 kali pertunjukan mulai dari jam 16.00 dan terakhir jam 21.15. Pertunjukan ini selalu full, kami menonton pertunjukan ini dengan terlebih dahulu membeli tiketnya kemarin malam dengan membayar 40000 Dong.

Pertunjukkannya menghibur dan membuat kita bertanya-tanya, bagaimana cara memainkan boneka-boneka itu.