Thursday, January 13, 2011

Empat Taman Nasional dalam satu minggu




Empat Taman Nasional dalam satu minggu diawali dengan Taman Nasional Baluran

Nggak kepikiran buat ke empat Taman Nasional, rencana awal hanya ke Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri. Tiket pesawat beli on line empat hari sebelum berangkat, rencana awal sampai Surabaya langsung disambung dengan perjalanan darat ke Banyuwangi untuk bermalam. Satu hari sebelum berangkat terpikir kemungkinan untuk bermalam di Taman Nasional Baluran, jarak antara Baluran dan Banyuwangi yang nggak jauh membuat berubah rencana jadi bermalam di Taman Nasional Baluran. Nah ke Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru (BTS) juga dadakan, nggak kepikir awalnya. Pulang dari Meru Betiri menuju ke Surabaya untuk bermalam kepikiran karena kita akan lewat Probolinggo dan pesawat kembali ke Jakarta masih esok malam jadi mungkin sekali untuk bermalam di Bromo. Maka jadilah bermalam di Bromo ketimbang di Surabaya. Itulah makanya bisa ke Empat Taman Nasional dalam satu minggu.

TAMAN NASIONAL BALURAN, UJUNG TIMUR PULAU JAWA BAGIAN UTARA

Pesawat yang membawa kami terlambat satu jam dari rencana awal, jadilah kami baru terbang jam 08.00 menuju ke Surabaya, cuaca cerah, hari ini tanggal 2 Januari 2011.
Selesai mengurus bagasi, kami membawa dua buah tas ransel ukuran 60 liter lebih dengan isi perlengkapan camping lengkap, kami menuju ke terminal bis Purabaya di Bungurasih dengan Bis Damri dari Bandara Juanda. Sampai Bungurasih kami late brunch dulu, nasi pecel dan sekaligus cari informasi menuju ke Banyuwangi.

Ada dua jalan menuju ke Banyuwangi dari Surabaya satu lewat Situbondo dan satunya lewat Jember. Calo dan kernet bis di terminal tidak bisa dipercaya, informasi harus di cari tahu secara lengkap sendiri dan dari berbagai sumber jangan percaya hanya pada satu sumber informasi. Jam 11.00 kami sudah naik bis tujuan ke Banyuwangi, bis ekomoni dengan penumpang tidak sampai setengah kursi terisi.

Cerita tentang bis ini juga menjadi cerita tersendiri, dari awak bis kita tahu kalau jumlah penumpang terus menurun. Bahan Tahun baru, satu hari sebelumnyapun sepi penumpang. Dugaan awak bis ini disebabkan karena makin banyaknya pemilik motor yang memilih untuk bepergian dengan motornya sendiri. Hal ini membuat bis-bis menjadi kosong dan harus menunggu memenuhi kuota minimal untuk bisa jalan.

Sampailah kami di Probolinggo jam 13.30 dan setelah bis masuk ke terminal kenek bilang penumpang jurusan Jember pindah ke bis di depan. Saya kaget kok ada penumpang tujuan Jember, bukannya bis ini akan lewat Situbondo dan ternyata penumpang tujuan Banyuwangi juga di oper ke bis lain yang sudah ngetem di depan. Ya…bis yang kami naiki ternyata menaikkan penumpang semua jurusan untuk sampai di Probolinggo untuk kemudian dipindahkan ke bis lain. Ya ini salah satu dampak kurangnya penumpang juga sepertinya.

Perjalanan kami lanjutan dengan bis yang berbeda awalnya kami naik bis AC (AC-nya semilir aja nggak dingin) dan dipindah ke bis non AC (anginnya malah lebih segar), perpindahan penumpang ke bis lain ini penumpang tidak perlu membayar biaya lagi, tinggal menunjukkan sobekan karcis terdahulu dan nanti akan dibuatkan karcis baru lagi.

Perjalanan lancar, jam 16.20 sampailah kami di Situbondo dan untungnya kita tidak dioper ke bis lain, hanya menunggu sekitar lima belas menit untuk kemudian jalan lagi. Sambil menunggu saya turun dan mencari toko yang jualan spiritus untuk bahan bakar kompor Trangia yang kami bawa ternyata tidak ada yang jual di sekitar terminal.

Jam 18.00 kami turun di Batangan, pintu masuk ke Taman Nasional Baluran. Lapor ke Jagawana yang ada kita bilang mau bermalam di Pantai Bama. Sambil menunggu ojek yang akan mengantarkan, kita mencari makan malam dan penjual spiritus. Yang jual spiritus masih nggak nemu (inilah akibat bepergian dengan pesawat dan mepetnya waktu sehingga nggak sempet cari di Surabaya) untung yang jual pecel ayam masih ada jadilah kita bungkus untuk makan malam nanti.

Perjalanan dari Gerbang Batangan ke Pantai Bama melewati Padang Bekol. Jarak antara Batangan ke Padang Bekol sekitar 12 km dengan kondisi jalan yang tidak mulus lanjut ke pantai Bama tambah 3 km lagi dengan kondisi jalan yang lebih parah. Membonceng ojek dengan mengenakan ransel 20 kg di jalan tidak mulus dan licin sehabis hujan membutuhkan konsentrasi lebih buat pengendara dan pembonceng.

Satu jam lebih sedikit sampailah kami di Pantai Bama. Tedy dan Toha dari PEH (Penjaga Ekosistem Hutan) menyambut kami dan menjelaskan tentang penginapan yang ada di Pantai Bama. Selain itu ada Pak Misman dan Pak Bambang yang bertugas di kantin selama ada pengunjung.

Setelah makan pecel ayam kamipun tertidur di Pesanggrahan Pantai Bama, wuihh tadi pagi kami masih di Jakarta dan malam harinya kami ada di ujung Timur Pulau Jawa di sisi Utara.

Matahari belum keluar tapi sudah terang di sini, kicauan berbagai macam burung yang bertengger di pohon disamping Pesanggrahan membuat saya bangun. Jam 05.15 warna oranye dan merah matahari pagi mulai keluar. Laut sedang surut jauh dari bibir pantai. Lebar daerah pasang surut di Pantai Bama antara 200 – 500 meter. Enam kijang dikejauhan nampak berjalan beriringan di tepi pantai. Kami saling mengamati, mereka melihat kita dan kita melihat mereka. Matahari belum lagi keluar tetapi cahayanya sudah mendahului. Riuh rendah suara burung-burung menemani kami pagi ini.

Jam 06.30 kami sarapan di kantin, mie goreng instant. Pak Misman yang menyiapkan sarapan pagi kita menanyakan nanti siang akan makan atau tidak. Hanya ada kantin di Pantai Bama di Padang Bekol tidak ada dan karena kami tidak memdapatkan spirtus maka kami tergantung pada kantin. Kami minta dimasakkan makan siang, apa yang dihidangkan akan kami makan begitu kami bilang ke Pak Misman.

Jam 07.00 saat kehangatan matahari pagi mulai menemani, rombongan monyet berjalan beriringan di pantai. Dalam sekejap Pantai Bama dipenuhi oleh monyet-monyet. Hati-hati terhadap monyet-monyet ini, mereka suka mengambil makanan kalau membawa kantong kresek plastik hati-hati bisa direbut monyet-monyet itu. Mereka bermain diayunan, batang pohon, naik di kap mobil dan berkejar-kejaran di pantai. Keluarga Monyet keluar semua dari Bapak, Ibu, Kakek, Nenek sampai bayi monyet.

Hari ini kita akan trekking ke Padang Bekol sekitar 3,5 km jalan kaki lewat rute dalam. Jam 08.15 kami mulai perjalanan dengan membawa bekal cemilan dan minuman sekedarnya. Kami lewati jalan hutan yang bersebelahan dengan pantai. Tahun 2010 bisa dibilang tidak ada musim kemarau sehingga Taman Nasional Baluran yang kalau musim kemarau akan menjadi coklat kering saat kami datang berwarna hijau royo-royo. Setelah berjalan satu jam lebih sedikit sampailah kami di Pos Bekol.

Bekol adalah savannah luas dengan menara pandang di puncak bukit di belakang Pos. Pemandangan 360 derajat dari menara pandang ditambah seminir angin membuat nikmat untuk tidur siang sebentar. Rasa lapar membuat saya ingin kembali ke Pantai Bama untuk makan siang, jarak 3 km dari Padang Bekol ke Pantai Bama kami jalani dalam 45 menit antara lapar dan jalan datar lurus membuat kami berjalan agak cepat. Sampai Pantai Bama jam 12.30 pas untuk makan siang, hidangan yang tersedia langsung saya sikat. Nasi, mie Sedap rasa soto, mie Sedap goreng, perkedel jagung dan sambal menjadi menu yang sangat nikmat siang ini. Mie Sedap sepertinya menguasai pasar di daerah yang kami lalui, setiap saat yang dihidangkan pasti Mie Sedap. Saya baru pertama kali makan Mie Sedap rasa Soto dan enak juga.

Sore ini kami akan pindah ke Pesanggaran di Padang Bekol, kenyang makan siang saat leyeh-leyeh di bangku di tepi pantai yang dinaungi Pohon Asam yang besar. Sore hari kami diantar motor Pak Bambang pindah ke Padang Bekol. Kami memilih meninap di Pesanggrahan Wisma Rusa di lantai 2. Tempat kami menginap sudah dipasangi tralis sehingga tidak perlu takut akan gangguan monyet yang akan mengambil makanan.

Sore ini sunset di Menara Pandang Padang Bekol ditemani hujan rintik-rintik dan semilir angin.

Surabaya – Batangan menggunakan bis umum Rp 40.000,- Tiket Taman Nasional Rp 2.500,-
Ojek Batangan – Pantai Bama Rp 35.000,- per orang
Penginapan di Pantai Bama Rp 75.000,- per orang
Ojek Pantai Bama – Padang Bekol Rp 10.000,- per orang
Penginapan di Padang Bekol Rp 35.000,- ada juga yang Rp 50.000,- atau Rp 75.000,- per orang per malam tergantung tempat yang dipilih.
Mobil Padang Bekol – Batangan Rp 100.000,- satu mobil


Taman Nasional Baluran :
http://alexdidit.multiply.com/photos/album/128/Empat_Taman_Nasional_dalam_satu_minggu_

Taman Nasional Alas Purwo :
http://alexdidit.multiply.com/photos/album/130/Taman_Nasional_Alas_Purwo_Ujung_Timur_Pulau_Jawa_bagian_Selatan

Taman Nasional Meru Betiri :
http://alexdidit.multiply.com/photos/album/132/Taman_Nasional_Meru_Betiri_sebentar_menengok_Teluk_Hijau

Taman Nasional Bromo – Tengger – Semeru :
http://alexdidit.multiply.com/photos/album/133


Labels: , , , , , , , , ,

Links to this post:

Create a Link

<< Home